Laman

NOSTALGI(L)A: Parade Jemputan (9/11/2006)


Sekitar empat tahun lalu, saya sebagai mahasiswa baru yang kurang kerjaan bersama Sai dan Milki mendapatkan ajakan untuk menjadi team sukses acara wisuda ditengah perkuliahan. Berhubung hasrat eksis tidak terbendung, jadi kita mendaftarkan diri sebagai team jemputan (yang menjemput wisudawan dari Gymnasium ke tenda wisuda matematika). Teknisnya sangat sederhana:
  1. Menunggu wisudawan di depan Gymnasium.
  2. Wisudawan keluar dari Gymnasium langsung dibawa ke tenda matematika di FPMIPA. Misi Selesai.
Tapi panitia wisuda mewanti-wanti pada kita untuk berbuat seheboh mungkin saat di depan Gymnasium sampai ke JICA. Sebabnya karena tiap tahun rata-rata team wisuda dari FPMIPA khususnya Jurusan Pendidikan Matematika, itu garing alias standar aja. Berbeda dengan team mahasiswa dari jurusan lain. Jadi tantangan kami adalah sebisa mungkin bersaing dengan jurusan lain untuk dapat mencuri perhatian.

Singkat cerita, kami dari matematika dengan membawa tema retro dengan tidak tahu malu dan hebohnya berhasil menarik perhatian wisudawan di Gymnasium sampai ke tenda. Menjadi sebuah gebrakan dan pusat perhatian karena arak-arakan yang gila-gilaan ini berasal dari Jurusan Pendidikan Matematika, jurusan yang sering dipandang konservatif alias jadul dalam berekspresi. Waktu itu menjadi salah satu momen yang berkesan, buat saya khususnya.

Kini setelah empat tahun lebih berlalu, enam hari lagi saya akan diwisuda. Rabu, 15 Desember 2010 nanti saya akan berganti posisi dari orang yang menjemput wisudawan menjadi orang yang bertoganya. Uniknya semua itu didukung dengan ketaksengajaan, bahwa tema wisuda yang diangkat panitia adalah tema 80an (retro) dan lokasi tenda wisuda sama persis seperti empat tahun yang lalu. Saya sepertinya akan merasakan suasana nostalgia yang luar biasa nanti, tentang hal-hal gila, seru, kocak, sedih, dan berkesan selama empat tahun berkuliah di UPI.

Terimakasih UPI, dosen-dosen, staf kampus, dan pastinya teman-temanku. Kalian semua sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku selama empat tahun ini. Potongan ingatan ini terlalu besar untuk terlupakan. Semoga kita semua bisa menjejaki masa depan dengan lebih baik, amien. :0)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar